Papua dan Perdjoangan Soekarno, 50 Tahun 1 Mei 1963

Indonesia Bangkit

Melekpolitik – Pagi itu terik matahari membakar kota Holandia (Jayapura kini). Tarikh menunjukkan 4 Mei 1963, Soekarno pertama kali menginjakkan kakinya di bumi Cendrawasih itu. Di mimbar yang menghadap ke teluk, Soekarno dengan suara lantang berpidato bahwa wilayah kedaulatan Republik Indonesia yang di Proklamirkan tangal 17 Agustus 1945 telah utuh kembali. Itu pertanda kolonialisme Belanda resmi berakhir di seluruh Nusantara.

“Saudara-saudara, saja datang di sini, sebagai Presiden Republik Indonesia. Presiden Republik Indonesia jang datang kepada satu wilayah Republik Indonesia,” pekik Bung Karno. Pekikan yang memukul jantung kolonialis Belanda yang telah mempermainkan Soekarno pasca KMB, Desember 1949.

Jelas, bahwa sejak tanggal 1 Mei 1963, sikap politik Soekarno dan seluruh rakyat Indonesia adalah Papua wilayah Indonesia tanpa keraguan lagi. Ketika bendera UNTEA turun dan merah putih berkibar di Papua, sikap Soekarno adalah telah berhasil “memasukkan Irian Barat kembali ke dalam wilayah kekuasaan Republik Indonesia.”

Kata “kembali” begitu ditekankan oleh Soekarno, karena…

Lihat pos aslinya 633 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s