Joko Bodo dan Penemuan Toni untuk Meningkatkan Kualitas Otak

Gambar

Saat itu aku, di Jerman, di Munich jadi salah satu yang terpilih untuk hadir di acara pertemuan ilmuwan.Semua ilmu, dengan semangat Pancasila diterima dan ditampung di sana untuk menjadi peserta. Mak Erot termasuk salah seorang ilmuwan non kontemporer yang datang.Beliau, dalam sejarah yang disampaikan di konferensi tersebut mempresentrasikan tentang sejarah berdirinya Monas di Jakarta. Aku bangga, meski itu bukan ilmuku.

Dari Indonesia, juga ada Ki Joko Bodo yang dateng. Tapi waktu itu, biar terlihat ilmiah, ilmuwan santet ini mencukur semua bulu yang ada.

“Bukan bagian ritual kan, Ki,” tanyaku waktu itu. Sebab aku sendiri masih lengkap amunisi jenggot dan kumis sambil berharap dapet cewe Jerman.
“Yo ora toh Ton. Iki cuma kita bisa terlihat sejajar dengan ilmuwan Jerman.”

“Oh,” aku wong gak mudeng lha ya cuma bisa ngerespon segitu saja, saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air.

Setelah presentasi Mak Erot dengan judul materi,”How To Create a Bigger and Longer Monas?” Sekian ratus ilmuwan yang hadir melongo jadinya.

Ki Joko Bodo yang memang dari hari pertama duduk di sampingku nyeletuk,”Lihat, Ton. Jangan sepelekan ilmuwan tradisional nusantara. Iku Mak Erot bikin mereka pada melongo dengan ilmu beliau.”

Aku manggut-manggut biar tetap terlihat sebagai ilmuwan yang berwibawa plus berkharisma.

Baru kemudian Mr Rhenald Kasali Lombardi dari Stuttgart University yang terkenal dengan masakan tahu goreng isi ayam itu maju, karena beliau jadi MC atau microphone.”Kita mintakan kesediaan Mr Ki Joko Bodo untuk presentasikan materi ilmiah dari dunia persantetan. Dengan judul makalah,”Santet as the Biggest Sciences,”

“Kepada Mr Joko, dipersilakan maju ke depan.Jangan lupa baca bismillah,” Kata professor dari Stuttgart itu.

“Nggih, prof” Sahut Ki joko.

Saudara-saudara.Sambil Joko naik panggung, aku harus jelasan lebih dulu bahwa dalam konferensi itu, meski diadakan di Jermann, namun kebanyakan ilmuwan dari Indonesia.Kesepakatan yang berasas pada praduga tak bersalah seperti saat menghadapi koruptor di Indonesia juga berlaku di sini.Jadi kami gak merasa bersalah untuk perkenalkan bahasa Indonesia sesuai Ejaan Yang Disempurnaan atau disebut dalam fisika dengan EYD. Maklum pemimpin acara atau MC, Mr Rhenald masih ada darah Indonesia, Jerman, Italia dan berbagai macam darah. Dan di sini beliau dikenal sebagai ilmuwan hipertensi. Maksude karena beliau memiliki banyak darah. Beliau juga rajin nyumbang darah ke Palang Merah Indonesia.

“Assalaamualaikum warahmatullohi waarakatuh!” Joko ngebuka presentasinya.
“Puji syukur kepada Allah SWT dan shalawat pada kanjeng Nabi. Dengan ini, saya dari Indonesia memiliki suatu bidang ilmu yang disebut dengan santet yang dalam sejarahnya ditemukan oleh Santi dan Butet, anak tetangga saya.”

Peserta konferensi terlihat begitu rileks mendengar Joko pidato.Beberapa sayup-sayup kudengar lagi muter lagu dangdut, Elvi Sukaesih,”Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar lagi…” dari sana aku yakin, ilmuwan seluruh dunia sangat appreciate pada karya anak bangsa. Tak terkecuali, dangdut yang kudengar sebagai bukti.

“Saudaraku yang beriman. Tingkatkan iman dan takwa…saya lanjutkan. Santet itu menjadi suatu ilmu yang menurutku kontemporer karena tidak bisa dipecahkan ilmuwan bahkan dari Jerman ini!” Ujarnya semangat. Beberapa ilmuwan asli Jerman, dibuktikan dengan stempel Jerman di kening mereka (garis kening bentuk kumis Hitler), terlihat sedikit mendelik. Mungkin mereka merasa diremehkan.

“Saudaraku, santet itu merupakan peninggalan nenek moyang.Kenapa nenek? Agar kakek-kakek tidak berselingkuh mencari daun muda. Kalau mereka tidak mencegah kakek-kakek mencari daun muda. Efek lebih lanjut akan membuat gizi anak bangsa menjadi kekurangan. Kenapa bisa kekurangan, karena kalau misal kakek-kakek pun makan daun muda, maka rusa, kambing, sapi dan kerbau akan mengalami suatu musibah internasional: bahaya kelaparan. Dan itu tidak saja membuat FAO gelisah. Tetapi juga benar-benar membuat stock pangan internasional pun terganggu…..”

Hadirin memberikan applause. Prok prok prok!

“Nah, ke depan Santet akan duduk sejajar dengan ilmu fisika, matematika dan sebagainya. Sebagai ilmu yang mengangkat harkat dan martabat bangsa-bangsa internasional.”

Seorang peserta, ilmuwan yang kutahu bekerja untuk Pentagon, Amerika interupsi. Namanya Robert Gates. Ia interupsi,”Opo yo yang bisa dikontribusikan santet untuk ekonomi dan perdamaian dunia?” Tanyanya dan sesaat kemudian sudah duduk lagi.

“Baik.Saya jawab pertanyaan sampeyan dari berbagai sudut pandang itu.” Joko sedikit menggaruk kutunya yang ternyata masih tersisa meski sudah tidak berambut lagi. Kutu sepertinya demen aroma dukun.”Begini Ki Robert, dulurku. Ketika santet sudah lebih mendunia atau mengglobal. Maka efek positif yang muncul adalah, negara-negara internasional tidak perlu narik pajak mahal-mahal dari rakyatnya cuma untuk beli senjata fisik. Berapa biaya pesawat tempur? Berapa biaya untuk tank? Senjata serbu? Iku lah mahal, bo.” Bodo jadi sedikit gemulai sambil arahkan tangan kanannya ke mulut dan dikit ngegigit jari.

Luar biasa. Peserta bergemuruh memberikan applause. Bodo turun panggung sambil betulkan celananya yang sedikit turun.

“Now, it’s time to Mr Toni Blank. Give him applause!” Karena kali ini giliran Toni yang naik ke depan, MC-nya bukan lagi Mr Rhenald tapi sudah diganti dengan Avril Lavigne yang hadir dengan kebaya dan selendang batiknya. Ia terlihat cantik sekali malam itu.

“Suwun semuanya.” Kataku waktu itu membuka acara.

“Sebelumnya, selamat menyambut ibadah puasa yang sebentar lagi akan datang.” Disahut dengan amin dari peserta yang ada.

“Saudara-saudara. Saya kali ini ingin membahas dari perspektif yudikatif dan legislatif juga eksekutif tentang sebuah masalah serius. Ini berkaitan dengan konstitusi atau institusi otak.Maksude, fungsi otak bisa dimaksimalkan sepeti halnya otak Toni. Toni selama ini telah berhasil menghafal berbagai jenis merk rokok yang ada di Indonesia.Hafal bermacam jenis makanan yang ada di warteg di Jogja, dari gudeg sampai pecel lele.” Peserta kulihat jelas begitu terkesima. Terpukau.

“Kenapa ini penting kubahas, saudara-saudara?Agar kalian ingat pesan-pesan dari Mak Erot dan Joko Bodo, sejawat saya dari nusantara….”
“Toni berikan kalian resep terbaik agar kalian bisa ingat semua pesan-pesan kawan-kawanku itu. Rajin senam pagi, dan budayakan minum ASI. Itu akan secara magnetik membawa pengaruh pada kualitas otak saudara-saudara. Sepulang dari sini, ingat saja pesan Toni ini.”

Udah Mas, pulang saja dari warnet. Pulang.Penuhi pesen Toni

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s