Iki Mbok, Rokok Rasa Kaldu Ayam

Gambar

Entah bagaimana, ora mudeng aku, si Suleman, temen satu pantiku tiba juga ngeloyor ke Amrik. Kata dia, kebetulan ada Power Rangers di televisi. Terus dia bongkar TV, dan dia masuk ke dalam robot. Lha, karena caranya menurutku sangat ilmiah, aku percaya saja.

Suleman tahu kalau di rantau orang, meski aku anak angkat Papi Clinton, dia rajin bawa rokok kretek juga. Cuma karena kita tidak ingin diremehkan bule yang konon sudah kenal rokok kretek. Jadi kita bikin pertemuan rahasia di Pentagon. Kebetulan nemu ruang parkir Pentagon, daripada sepi gak ada yang gunain, ya sudah kita pakai saja.

Awalnya, kita sebagai orang-orang yang dedikatif pada ilmu pengetahuan atau sains atau sains. Kita obrol-obrol dulu masalah penyakit sosial, namanya penyakit sipilis. Bosen itu baru kita bahas topik utama: ROKOK!

“Sampeyan tau ora, iki Negeri Paman Sam. Negerinya para ilmuwan. Negeri para penemu!” Aku terangin ke Suleman,”di sini, kalau ada istri RT yang hilang, akan mudah ditemukan. Kalau ada anak lurah yang hilang juga akan dicari dengan gerak cepat dengan mempergunakan serangkaian rumus fisika dan…pupuk kompos!”

Karena Suleman mungkin nyadar ya, dia cuma melongo saja. Giginya yang jarang membuatku merasa leluasa masuk ke dalam pikirannya, lewat sela-sela giginya itu.

“Jadi, sekarang kita juga bikin semacam discovery atau penemuan atau meeting. Namanya Rokok Rasa Kaldu Ayam!” Jelasku sedikit niru gaya Bung Karno saat debat capres dengan Harmoko.

“Bagus…bagus sekali itu, Ton! Aku mendukung, aku sangat mendukung. Kudukung sampeyan keliling Kansas sampai Mexico, Kuba, atau bahkan Arab Saudi sekalian nanti kita naek haji.”

“Kawan yang pinter njenengan” Pujiku,”baik, kita ke warteg dekat gedung sono tuh” kali ini aku meniru gaya Jendral Eisenhower, masih keluarga dekatku soale beliaunya.

Sampai di warteg, kita pesen kaldu ayam ke bule yang ngejaga warteg.

Clup!

Kita cemplungkan rokok kretek yang baru dibawa Suleman ke dalam mangkuk kaldu. Kita angin-anginkan beberapa jenak, terus dijemur di depan warteg tersebut. Beberapa jam, rokok itu kering lho! Nah, setelah kering kita berikan sebatang untuk bule yang ngejaga warteg,”iki buat njenengan.”

“What for is it, guys?”

“Iki rokok kretek rasa kaldu ayam. Sekaligus sebagai oleh-oleh dari kampungku. Karena aku gak punya duit, jadi iki untuk sampeyan sajalah sebagai pembayar kaldu ayam yang kami pesen barusan!

“What???”

Goblok iku bule, sepertinya dia gak terlalu mudeng maksudku. Ya kita melengos saja. Mencari alamat Papi Clinton yang lupa aku taruh di mana beberapa bulan lalu.

Lagi melenggang sambil menyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke yang diracik apik oleh Suleman dengan lagu Aku Anak Singkong. Lha, kita baru beberapa menit jalan malah sudah diringkus polisi. Sepertinya polisi Amrik dari dulu sudah ora waras yo?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s